Sejarah singkat tentang rafting Indonesia

paket kaliwatu rafting saya berbicara tentang sejarah rafting di Indonesia, saya ingin memberi tahu Intermesso tentang arung jeram. Rafting adalah olahraga ekstrem, yang menuntut semakin banyak pencari adrenalin, terutama di Indonesia. Tentu saja, bukan tanpa alasan, karena arung jeram menguji kemampuan kita untuk mengendalikan kapal melalui sungai dan sungai. Kecekatan diperlukan untuk mengontrol kecepatan perahu, teknik mendayung yang benar, dan berbagai teknik untuk menyelamatkan Anda di sungai yang deras. Arung jeram sangat ideal untuk sungai yang mengalir cepat (sungai yang dibuat dari bebatuan sungai), sehingga rusa mendapatkan sensasi rusa.
Arung jeram berbeda dengan olahraga saat ini, seperti berperahu atau kayak. Arung jeram membutuhkan kerja tim dan kerja tim di kapal (kapal biasanya dikendarai oleh 6 orang), kapten kapal yang secara umum disebut sebagai nakhoda. Tugas kapten adalah mengendalikan kecepatan kapal dan memberi tanda kepada awak kapal untuk melakukan teknik mendayung tertentu sembari menavigasi arus dan hambatan yang berbeda di sungai. Tidak heran begitu banyak tempat wisata terbuka yang menawarkan wahana arung jeram, di mana sebuah keluarga dapat ditampung dalam satu kapal pada suatu waktu. Olahraga yang melintasi sungai ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya. Begitu pula dengan sejarah rafting di Indonesia, yang pada awalnya dianggap sesuatu yang asing, tetapi akhirnya menjadi kesenangan.

Seperti yang bisa dilihat dari buku Arung Jeram: Mengikuti jejak kematangan Adi M. Soekirno, seorang mahasiswa UGM yang sangat tertarik dengan rafting, rafting memiliki sejarah panjang. Mayor John Wesley, seorang prajurit Amerika yang seharusnya menjadi bapak rakit air putih. Pada tahun 1869, John Wesley berlayar 250 mil di atas Sungai Colorado dengan perahu kayu kecil. Pada abad berikutnya di benua Amerika dan Eropa, aktivitas Swift River Swarming tampaknya menjadi semacam tren, dengan berbagai evolusi, terutama dalam peralatan navigasi. Akhirnya, nama kegiatan wol melalui sungai cepat, yang merupakan air putih mengapung. Di Indonesia, kegiatan arung jeram telah menaklukkan hati orang Indonesia pada tahun 1970-an. Di bawah bimbingan Wanadri dan beberapa pecinta alam UGM, kegiatan arung jeram secara bersamaan diperluas pada ekspedisi di beberapa sungai di Indonesia.
Pada awal abad ke-21, arung jeram tumbuh dan menjadi kegiatan yang tidak lagi dianggap aneh. Sebut mereka siswa pecinta alam, yang sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Arung jeram tampaknya menjadi kegiatan penting Mapala dan kadang-kadang bahkan menjadi ikon khas Mapala untuk anak-anak. Meningkatnya antusiasme untuk sungai cepat akhirnya menjadi awal kejuaraan arung jeram nasional pada tahun 1994. Dua tahun kemudian, sebuah forum arung jeram Indonesia (FAJI) didirikan di Indonesia untuk kegiatan arung jeram. Dewan FAJI diselenggarakan oleh MayJend di sekretariat organisasi di Jakarta. Mar Safzen Noerdin (komandan Korps Marinir), sebagai Presiden Umum.
Baru-baru ini, arung jeram juga telah digunakan sebagai bentuk pariwisata yang membutuhkan banyak kesenangan dari kelelahan. Sungai yang mengalir cepat adalah magnet bagi penggemar arung jeram. Selain itu, tempat wisata untuk arung jeram biasanya menawarkan penyewaan peralatan arung jeram yang lengkap, seperti perahu, dayung, helm, kunci, dan lainnya. Kapten sebagai kapten kapal dan pemandu kru untuk menjelaskan kegiatan peleton juga ditawarkan kepada wisatawan. Tentu saja, kita hanya perlu membayar sewa alat dan nakhoda, kita bisa mencoba olahraga saat ini lebih sulit. Dan ini adalah faktor yang membuat rafting semakin populer di kalangan orang Indonesia dari berbagai kalangan.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*